Gracak.com - Sejumlah masyarakat melakukan aksi demonstrasi di depan Polda Jambi menuntut atas kaburnya kurir narkotika jenis sabu Seberat 58 Kilogram atas nama M Alung. Menariknya dalam aksi tersebut dibacakan do'a Azab yang di aminkan secara bersama.
Aksi tersebut berlangsung di depan gerbang Mapolda Jambi, pada Senin (13/04/2025) sore, mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Narkoba (AMAN) Provinsi Jambi, yang didalamnya ada organisasi AKBP, HAM Indonesia, Limbah dan EPI.
Depan pihak kepolisian, masa aski menyampaikan kekecewaan mereka, yang mana tuntutan mereka pada aksi sebelumnya tidak ditanggapi oleh Kapolda Jambi, mereka menuntut adanya keterbukaan dari Polda Jambi dalam membuka CCTV, Barang Bukti (BB) seberat 58 Kg yang diamankan Polda Jambi, serta kejelasan mengenai DPO Alung.
Di ujung aksi, dihadapan pihak kepolisian, masa aksi kemudian membacakan do’a bersama, meminta agar tuhan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang hendak menghancurkan masa depan generasi muda.
Baca Juga
“Ya Allah jika do’a kami Adalah doa yang baik maka kabulkan ya Allah. Ya Allah Hancurkanlah niat orang-orang yang hendak merusak generasi muda di Provinsi Jambi. Hancurkan mereka ya Allah, hancur leburkan mereka ya Allah, berikan mereka azab mu ya Allah,” lantunan do’a yang kemudian “diaminkan” semua massa aksi.
Begitupun, usai persidangan, masa aksi menyebutkan kekecewaan mereka, Alion Maisen dan Kawan-kawannya lantaran tak ditemui langsung Kapolda Jambi. Mereka meminta kapolda Jambi yang menemui mereka langsung untuk menjelaskan kaburnya kurir narkoba atas nama M Alung.
Guna pembuktian adanya keseriusan pihak Polda Jambi dalam menangani kasus ini, mereka juga menantang agar Polda Jambi menjelaskan secara terbuka di hadapan mereka pada aksi ini.
“Ini aksi ke dua, pertama di hari Kamis (9/4), tuntutan kami sama dari sebelumnya, yang mana proses penyidikan terhadap Alung yang kabur 58 Kg. Apa si penyidikan yang dilakukan, selama ini kami hanya menerima dari kabid Humas, itupun masih gantung terutama soal CCTV,” bebernya.
Baca Juga
Dengan jawaban Kapolda, lanjutnya, dianggap sudah mewakili semua elemen tataran penegak hukum yang ada di Polda Jambi. “Beliau mempunyai hak mempertanyakan itu kepada penyidik (Hasil pemeriksaan M Alung),” bebernya.
Lantaran dalam aksi tersebut, Polda Jambi tidak menemui mereka, mereka mengaku tidak mengetahui apa agenda dari Polda Jambi saat ini. “Apakah beliau tidak mau menemui kita, atau gimana kita tidak tau. Maka dari itu kami simpulkan kami butuh pemimpin, petinggi di Polda Jambi yang memang bisa memberikan kenyamanan bagi kami, Masyarakat yang ada di Kota Jambi,” bebernya.