EKONOMI

Selat Hormuz Memanas, Ekonom Usman Dorong Indonesia Percepat Energi Sawit B50

Penulis : gracak.com | Editor : YNT | 22 April 2026 | 11:03 WIB
    Selat Hormuz Memanas, Ekonom Usman Dorong Indonesia Percepat Energi Sawit B50
Keterangan Foto : Ketegangan di Selat Hormuz akibat konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel mengancam distribusi BBM global serta berdampak pada perekonomian Indonesia.
Berdasarkan data 2024–2025, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai sekitar 16 hingga 17,3 juta hektare, dengan produksi mencapai 50 juta ton per tahun. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
“Kelapa sawit adalah tulang punggung ekonomi bagi jutaan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Usman menjelaskan, di tingkat akar rumput, sektor perkebunan sawit menjadi sumber penghasilan utama bagi petani dan pekerja. Sementara di tingkat nasional, industri sawit menyumbang devisa hingga USD27,76 miliar atau setara Rp440 triliun.
Ia juga mendorong pemerintah daerah di wilayah penghasil sawit untuk berkolaborasi dengan pihak swasta dan perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi energi berbasis sawit.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Sebagai mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode, Usman menilai Provinsi Jambi memiliki posisi strategis dalam mendukung program B50.
“Dengan luas perkebunan sawit lebih dari satu juta hektare dan produksi CPO di atas tiga juta ton, Jambi menjadi salah satu daerah utama pemasok bahan baku biodiesel nasional. Ini potensi besar yang harus dimaksimalkan,” pungkasnya.