PERISTIWA

Skandal Dugaan Rudapaksa oleh Oknum Polisi di Jambi, Dilakukan di Dua Tempat Usai Mengkonsumsi Miras

Penulis : Ynt | Editor : YNT | 25 April 2026 | 02:24 WIB
Skandal Dugaan Rudapaksa oleh Oknum Polisi di Jambi, Dilakukan di Dua Tempat Usai Mengkonsumsi Miras
Keterangan Foto : Rekonstruksi kasus dugaan rudapaksa oleh oknum polisi di Jambi yang digelar di salah satu lokasi kejadian, memperagakan adegan para tersangka saat membawa korban ke dalam rumah setelah mengonsumsi minuman keras, disaksikan aparat dan warga setempat. (Gracak.com).
Setiba di Kota Jambi, para pelaku berkumpul di satu tempat, di kawasan SMA 8 Kota Jambi, menunggu penjemputan korban oleh Indra dan Sabil, yang kemudian mereka secara bersamaan menuju Tkp pertama. 
Ungkap kasus di Tkp pertama berakhir di sekitar pukul 12.00 Wib, sebelum sholat Jum’at dilaksanakan, begitupun di Tkp kedua dilangsungkan pada pukul 14.00 Wib. 
Pada Tkp kedua, memperagakan, rombongan tiba di lokasi kedua sekitar pukul 04.30 WIB, korban dalam kondisi lemah. 
Di sana, Sabil mengetuk pintu rumah, sementara Vino, Sabil dan Afis menggotong korban dari dalam mobil menuju ke rumah. Saat itu korban sempat terjatuh, kemudian Afis, Vino, dan Samson mengangkat korban hingga tiba di depan pintu.
Saat itu, seorang penghuni rumah bernama Fajar membuka pintu, dan telah mendapati korban digendong dalam kondisi tidak berdaya. Fajar sempat melarang mereka masuk ke dalam rumah, namun mereka tetap memaksa masuk.
"Bang samping rumah kami masjid bang, bentar lagi orang rame, orang nak salat subuh," kata Fajar. Namun mereka menghiraukan hal tersebut, dan tetap membawa korban ke kamar yang berada di lantai dua.
Setelah beberapa lama, Samson, Vino, Sabil dan Afis pergi dari rumah tersebut, dan diantar oleh Nabil. Nabil masuk ke kamarnya, dan melihat korban terbaring, dan dia justru merudapaksa korban.