Herry menyebut pendidikan kependudukan juga diharapkan dapat membantu siswa dalam merancang masa depan, termasuk menentukan pendidikan dan karier sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Selain itu, siswa akan diberikan pemahaman mengenai peran generasi muda dalam menghadapi bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda yang saat ini masih belasan tahun inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan sejak sekarang dengan pemahaman mengenai kependudukan dan perannya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dipilih Setelah Survei
Baca Juga
Herry mengatakan MAN 2 Kerinci dipilih sebagai salah satu lokasi penerapan SSK setelah melalui proses survei awal.
Untuk tingkat madrasah di Kabupaten Kerinci, MAN 2 Kerinci menjadi sekolah yang dipilih untuk menjalankan program tersebut.
Ia mengaku pihak madrasah sempat merasa perlu beradaptasi dengan materi baru yang dibawa dalam program SSK. Namun, setelah mengikuti sejumlah pertemuan dan mendapatkan penjelasan, pihak sekolah memahami tujuan program tersebut.
“Awalnya memang cukup berat karena materi ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami. Setelah beberapa kali pertemuan, kami memahami tujuan dan manfaatnya. Karena itu, seluruh keluarga besar MAN 2 Kerinci mendukung program ini,” kata Herry.
Baca Juga
Menurutnya, penerapan SSK juga dapat memberikan dampak lebih luas karena siswa nantinya diharapkan mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
Bahkan, ke depan akan disiapkan duta-duta kependudukan dari kalangan siswa yang dapat membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat.