Menurut Andi, persoalan tersebut tidak hanya dialaminya. Sejumlah sopir travel dari wilayah Kerinci juga mengeluhkan gangguan serupa.
Sopir lain berinisial RO juga mengaku mengalami kerusakan kendaraan setelah mengisi Pertalite di Padang. Ia mengatakan selama perjalanan hanya mengisi BBM di dua wilayah, yakni Padang dan Kabupaten Kerinci.
“Saya di SPBU Ulak Karang. Kalau di Kerinci Tutung Bungko. Itu tempat kami isi Pertalite, kami tidak pernah mengubahnya,” ujar RO.
RO mengatakan sejumlah kendaraan travel lain juga mengalami kerusakan.
Baca Juga
Keluhan para sopir sebelumnya telah direspons Polres Kerinci. Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro mengatakan polisi akan mendalami persoalan tersebut bersama instansi terkait.
“Kita baru dapat informasi, kita akan coba mendalami bersama dinas terkait terlebih dahulu,” kata Hernawan, Minggu (27/9/2026).
Hernawan mengatakan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah persoalan kualitas BBM berkaitan dengan kerusakan kendaraan masyarakat di Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Sebelumnya, para sopir mengeluhkan Pertalite yang diduga bercampur dengan bahan lain. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, BBM yang disebut Pertalite terlihat keruh atau memutih.
Baca Juga
Salah seorang sopir bahkan menyebut sekitar 15 kendaraan terdampak.
“Ini ado 15 mobil yang terdampak, bensin apo ntah itu, bercampur,” kata sopir dalam video tersebut.