Kepala Dinas Damkar Kota Jambi, Mustari, mengatakan bahwa arus sungai cukup kuat dan kedalaman mencapai sekitar empat meter.
“Kedalamannya sekitar empat meter. Kita sempat istirahat dulu karena sudah pukul 17.00 WIB, dan kondisi arus sangat deras,” ujar Mustari di lokasi kejadian.
Koornologis kejadian, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan laporan resmi pihak kelurahan, peristiwa tragis itu bermula sekitar pukul 13.30 WIB.
Korban Faris datang bersama lima orang temannya untuk bermain sepak bola di lapangan RT 25, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung. Sekitar pukul 14.00 WIB, mereka sedang menyiapkan peralatan bermain, dan korban sempat bertanya apakah di sekitar lokasi terdapat sungai.
Salah satu saksi, SDP (10), menjawab bahwa sungai memang ada, tetapi sedang banjir. Namun, korban tetap berjalan menuju pinggir sungai bersama teman-temannya.
Sekitar pukul 14.15 WIB, korban langsung terjun ke sungai dan mencoba berenang menuju tengah aliran. Saat berada di bawah jembatan, korban mulai panik dan akhirnya tenggelam.
Saksi B (10) sempat berusaha menolong, namun karena arus deras dan dalam, korban tidak berhasil diselamatkan. Warga yang melintas di jembatan segera dihubungi untuk meminta bantuan.
Penemuan korban, korban ditemukan sekitar pukul 15.20 WIB. Begitu dengan Ketua RT 26, Fitra, melaporkan kejadian itu kepada lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas melalui pesan telepon dan grup WhatsApp kelurahan.
Selanjutnya, pukul 15.45 WIB, Babinsa Kelurahan Cempaka Putih, Serka Ilham, tiba di lokasi dan segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Danramil.
Hingga akhirnya pada pukul 18.45 WIB, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh warga dan tim gabungan.
