× HOME GRACAK PERISTIWA NASIONAL INVESTIGASI POLITIK HUKUM EKONOMI OPINI VIDEO
Logo
🔍
NASIONAL

Krisis Keamanan Data Bank Jambi: Nasabah Panik, Aktivis Desak Pencopotan Direktur

Penulis: Agri Randa Saputra
Editor: Ynt
Minggu, 22 Februari 2026 | 13:25 WIB

GRACAK.COM, JAMBI – Gelombang kepanikan melanda ratusan nasabah Bank Jambi di berbagai daerah pada Minggu (22/02/2026). Dugaan hilangnya dana tabungan secara misterius memicu kerumunan nasabah di sejumlah kantor cabang, termasuk di Kota Jambi dan Kuala Tungkal, guna memastikan keamanan simpanan mereka.

Di Kuala Tungkal, sejumlah nasabah bahkan mengklaim kehilangan saldo hingga puluhan juta rupiah. Situasi ini memicu reaksi keras dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Jambi yang menilai manajemen bank gagal mengantisipasi ancaman keamanan siber.

Kader DPD IMM Jambi Bidang Ekonomi, Agri Randa Saputra, mengecam ketidakterbukaan informasi dari pihak Bank Jambi. Ia menilai manajemen terkesan menutupi fakta terkait skala kerugian yang sebenarnya terjadi.

"Kami mempertanyakan transparansi Bank Jambi. Hingga kini, publik tidak tahu pasti berapa total kerugian yang dialami. Jika ini akibat kelalaian dalam menghadapi serangan siber, maka ini adalah kesalahan fatal," tegas Agri, Minggu (22/02/2026).

Agri juga mendesak adanya evaluasi total terhadap pucuk pimpinan bank plat merah tersebut. "Kepemimpinan Direktur Bank Jambi harus dipertanyakan. Jika terbukti ada kelalaian atau unsur kesengajaan dalam lemahnya sistem pengamanan, maka Direktur harus segera diganti," tambahnya.

Adapun informasi yang beredar dari media lain dalam Menanggapi kegaduhan tersebut, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, didampingi Komisaris Utama Emilia, memberikan klarifikasi resmi. Pihak manajemen mengakui saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh dan memutuskan untuk menonaktifkan sementara layanan digital.

"Akses Digital Lumpuh: Layanan mobile banking dan kanal ATM dinonaktifkan sementara demi proses audit dan pengamanan data," jelasnya. 

Ia juga memberi Jaminan Ganti Rugi yang akan mengganti 100% dana nasabah jika hasil investigasi membuktikan adanya saldo yang hilang akibat kegagalan sistem. Ia juga mengatakan Bank Jambi telah melaporkan insiden ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Sementara itu ia menghimbau kepada Nasabah bank 9 Jambi diminta tetap tenang dan waspada menjaga kerahasiaan PIN serta kode OTP serta nasabah yang merasa mengalami kerugian atau selisih saldo, manajemen mengarahkan.

"Bagi nasabah yang mengalami kerugian diharapkan untuk Mendatangi bagian Customer Service di kantor layanan Bank Jambi terdekat mulai Senin, 23 Februari 2026 dan bisa Menghubungi Call Center resmi di nomor 1500-665," jelasnya, dikutip dari Jambiekspres

Bagikan Artikel
Rekomendasi