JAMBI, Gracak.com - General Manager KC Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyampaikan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Thaha Jambi.
Menurut Ardon Marbun, sebaran abu vulkanik berdampak pada jalur penerbangan serta operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Akibatnya, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) mengalami pembatalan.
“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan penumpang maupun kru pesawat,” ujar Ardon dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan data pembaruan Bandara Sultan Thaha Jambi hingga pukul 10.58 WIB, sebanyak 15 penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami pembatalan.
Baca Juga
Sebanyak tujuh penerbangan kedatangan dari Jakarta menuju Jambi dibatalkan. Sementara delapan penerbangan keberangkatan dari Jambi menuju Jakarta juga terdampak pembatalan.
Ardon mengatakan, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak telah ditangani melalui koordinasi antara pihak Bandara Sultan Thaha, maskapai penerbangan, dan instansi terkait.
Sementara itu, penerbangan Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 377 tujuan Yogyakarta-Kulonprogo (YIA) tidak mengalami pembatalan.
Tim operasional Bandara Sultan Thaha Jambi, kata Ardon, terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak.
Baca Juga
Pihak bandara juga secara berkala melakukan pembaruan informasi mengenai jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Masyarakat yang akan melakukan perjalanan diimbau untuk memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya,” katanya.