“Ini perlu pengawasan bersama. Target kita jelas, zero PETI, tapi dengan solusi agar masyarakat tetap bisa bekerja secara legal,” ujarnya.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui prakirawan Muhammad Randy Herdyansyah HB memprediksi wilayah Sarolangun masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan, terutama pada sore hingga dini hari. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi lanjutan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, banjir telah merendam sejumlah kecamatan seperti Batang Asai, Cermin Nan Gedang, dan Bathin VIII. Ratusan rumah terdampak, bahkan ketinggian air dilaporkan mencapai dua meter akibat luapan Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi.
Kepala Pelaksana BPBD Sarolangun, Solahudin Nopri, menyebutkan bahwa beberapa desa mengalami dampak cukup parah, termasuk kerusakan rumah dan infrastruktur. Bahkan satu jembatan penghubung antar dusun dilaporkan roboh akibat derasnya arus banjir.
Baca Juga
Sementara itu, Camat Batang Asai, Asmiati, mengungkapkan sedikitnya tujuh desa terdampak, dengan puluhan rumah rusak dan ratusan kepala keluarga terdampak banjir.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah hilir dan bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.