Menurut OS, para sopir mengisi BBM di sejumlah SPBU di wilayah Kerinci, Kota Sungai Penuh, hingga Padang. Ia mengaku belum mengetahui SPBU mana yang menjadi sumber persoalan.
“Saya tidak tahu SPBU mana yang bermasalah. Yang pasti mobil kami rusak,” ujarnya.
OS mengatakan kerusakan kendaraan mulai dirasakan sekitar sepekan terakhir. Kondisi itu membuat sebagian pendapatan sopir tersedot untuk biaya perbaikan.
“Kerusakan ini sudah satu minggu belakangan ini terjadi. Duit lah habis buat perbaiki mobil,” katanya.
Baca Juga
Para sopir meminta pemerintah dan aparat terkait memeriksa kualitas BBM termasuk di wilayah Kerinci, Sungai Penuh, hingga Padang. Mereka juga meminta dugaan pencampuran BBM tersebut segera ditelusuri.