NASIONAL

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Bahlil dan Purbaya Hadiri Rapat di Kertanegara

Penulis : Ynt | Editor : Ynt | 15 Juni 2026, 02:24 WIB
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Bahlil dan Purbaya Hadiri Rapat di Kertanegara
Keterangan Foto : Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan bersama sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih di kediamannya, Kertanegara, Jakarta. (Foto: Instagram @sekretariat.kabinet).
Gracak.com – Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tampak menghadiri pertemuan bersama Presiden RI Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (14/6/2026) malam.
Momen tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet. Dalam keterangannya disebutkan bahwa Presiden Prabowo memanggil sejumlah anggota kabinet untuk membahas berbagai agenda strategis pemerintah.
Dalam foto yang diunggah, tampak Presiden Prabowo duduk berhadapan dengan para menteri dan pejabat tinggi negara di sebuah meja bundar. 
Hadir dalam pertemuan itu Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Turut hadir pula Kepala Badan Pengelola BUMN Donny Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan dari Rosan Roeslani terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa dan Asia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.
“Yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Selain itu, Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan Rosan untuk menyampaikan data dan perkembangan positif tersebut kepada publik secara terbuka pada Senin (15/6/2026) di Istana Merdeka.
Menurut Teddy, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh, transparan, dan berbasis fakta kepada masyarakat.