PERISTIWA

Kompolnas Saksikan Langsung Rekonstruksi Dugaan Rudapaksa Oknum Polisi di Jambi

Penulis : gracak.com | Editor : YNT | 25 April 2026 | 15:43 WIB
Kompolnas Saksikan Langsung Rekonstruksi Dugaan Rudapaksa Oknum Polisi di Jambi
Keterangan Foto : Proses rekonstruksi kasus dugaan rudapaksa oleh oknum polisi di Perumahan Griya Rosa, Jambi Selatan, Jumat (24/4/2026), disaksikan langsung oleh Kompolnas dan aparat kepolisian, serta menarik perhatian warga (Gracak.com).
Rekonstruksi di TKP pertama, tiga dari empat tersangka bersama sejumlah saksi dihadirkan untuk memperagakan kejadian. Warga setempat tampak memadati lokasi untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi.
Dalam adegan tersebut, dua tersangka, yakni Samson (oknum polisi) dan Cristiano (warga sipil), datang menggunakan sepeda motor, sementara pelaku lain membawa korban menggunakan mobil. Kendaraan diparkir di luar pagar rumah sebelum mereka masuk ke dalam.
Di dalam rumah, para pelaku diduga mengonsumsi minuman keras sebelum melakukan aksi kejahatan secara bergilir. Sementara itu, beberapa saksi lainnya berada di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari lokasi.
Diketahui, sebelum menuju lokasi, para pelaku sempat membeli minuman keras secara patungan. Mereka juga disebut berkumpul di kawasan SMA Negeri 8 Kota Jambi sebelum menjemput korban dan menuju TKP pertama.
Rekonstruksi di lokasi pertama berakhir menjelang salat Jumat, dan dilanjutkan ke TKP kedua pada pukul 14.00 WIB.
Korban Dibawa dalam Kondisi Lemah ke TKP Kedua
Pada rekonstruksi di TKP kedua, diperagakan bahwa rombongan tiba sekitar pukul 04.30 WIB dengan kondisi korban sudah lemah. Beberapa pelaku kemudian menggotong korban dari dalam mobil menuju rumah.
Korban sempat terjatuh sebelum akhirnya diangkat dan dibawa ke depan pintu rumah. Seorang penghuni rumah bernama Fajar sempat melarang mereka masuk karena waktu menjelang salat Subuh, namun pelaku tetap memaksa masuk.
Korban kemudian dibawa ke kamar di lantai dua. Setelah beberapa waktu, sebagian pelaku meninggalkan lokasi. Namun, seorang lainnya yang berada di dalam rumah diduga kembali melakukan tindakan rudapaksa terhadap korban yang sudah tidak berdaya.