NASIONAL

Prabowo: Tak Ada Ampun bagi Pejabat Nakal

Penulis : Ynt | Editor : Ynt | 22 Juni 2026, 04:13 WIB
Prabowo: Tak Ada Ampun bagi Pejabat Nakal
Keterangan Foto : Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan.
Gracak.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin dan sedih karena masih menerima laporan mengenai pejabat yang melakukan penyelewengan setelah mendapatkan jabatan dan kepercayaan dari negara.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
"Saudara-saudara sekalian, tapi harus terus kita koreksi diri. Saya geleng-geleng kepala, sedih saya bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng," kata Prabowo.
Menurut dia, sejumlah pejabat yang sebelumnya diberi kehormatan dan kepercayaan justru menyalahgunakan jabatan yang diemban. Prabowo mengaku kecewa karena tindakan tersebut merugikan rakyat.
"Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat nyeleweng. Nyuri uang rakyat, bagaimana?" ujarnya.
Prabowo kemudian menceritakan pengalaman saat menerima laporan dari aparat pengawasan pemerintah terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah pejabat yang disebut memiliki kedekatan dengannya. Ia mengatakan aparat sempat meminta arahan apakah pemeriksaan dapat dilanjutkan.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa kedekatan dengan dirinya tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses hukum maupun pemeriksaan.
"Kalau ada indikasi, terus periksa. Tidak ada urusan mau orang Prabowo atau bukan orang Prabowo, dekat sama saya atau tidak," tegasnya.
Ia menilai pejabat yang mendapat kepercayaan seharusnya lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah. Prabowo mengkritik sikap sebagian pejabat yang merasa memiliki kekuasaan lebih sehingga bertindak sewenang-wenang.
"Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan lebih jaga. Bukan diberi wewenang dan kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguna," katanya.