Jambi, Gracak.com - Hutan Lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Jambi yang berada di Kabupaten Batanghari kini tengah dikepung titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hutan yang dulunya lebat dan menjadi rumah bagi berbagai satwa liar, kini hanya menyisakan beberapa hektare kawasan yang masih hijau akibat karhutla yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Pada 2026, setidaknya 360 hektare lahan terbakar sejak dua pekan belakangan ini.
Pantauan di lokasi pada Rabu (9/9/2026), sejak pukul 14.00 WIB hingga 23.30 WIB, titik api terus bermunculan.
Baca Juga
Petugas darat dari Satgas Karhutla terlihat berjibaku memadamkan sisa api di berbagai titik, sekaligus mencegah penyebaran api ke wilayah hutan yang belum tersentuh.
Sementara itu, operasi water bombing juga dikerahkan untuk memadamkan api dari udara.
Namun, lantaran masih terdapat material sisa bahan bakar, seperti kayu, titik api baru kembali bermunculan. Kondisi tersebut terlihat hingga malam hari.
Dari pantauan, setidaknya terdapat sekitar 10 titik api yang kembali muncul pada malam hari.
Baca Juga
Menurut informasi di lapangan, kebakaran di kawasan Tahura bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah kerap terjadi di lokasi tersebut.
Meski demikian, luas dan skala kebakaran kali ini disebut tidak separah tahun sebelumnya yang menghanguskan banyak pohon di kawasan tersebut.