INVESTIGASI

Oknum Polisi Diduga Terlibat Tambang Emas Ilegal yang Rusak 12.202 Hektare Kawasan Hutan di Tebo

Penulis : Ynt | Editor : Ynt | 26 Juni 2026, 18:06 WIB
Oknum Polisi Diduga Terlibat Tambang Emas Ilegal yang Rusak 12.202 Hektare Kawasan Hutan di Tebo
Keterangan Foto : dompeng atau PETI di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo (Gracak.com/warga).
Belakangan ini, lanjut dia, bentrokan maupun keributan antara kelompok masyarakat yang mendukung dan menolak PETI kerap terjadi.
“Bahkan ada yang menjadi korban teror karena menolak aktivitas tersebut,” paparnya.
Menanggapi hal itu, Kapolres Tebo AKBP Triyanto membantah adanya keterlibatan anggota polisi. Ia mengatakan kepolisian telah melakukan berbagai upaya pemberantasan PETI dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami telah melakukan upaya penanganan secara preemtif maupun preventif serta melibatkan instansi terkait, baik TNI maupun pemuda,” kata Triyanto saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).
Terkait dugaan keterlibatan anggota polisi dan kebocoran informasi setiap razia dilakukan, Triyanto mengaku hingga kini belum menemukan adanya pelanggaran tersebut.
“Hingga saat ini belum ditemukan oknum polisi yang terlibat. Kalau ternyata ada oknum yang terlibat tentunya akan kami proses lebih lanjut,” tegasnya.
Sebelumnya, WALHI Jambi mengungkapkan menerima laporan masyarakat terkait bebasnya operasional rakit dompeng atau PETI di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.
Ketua WALHI Jambi, Oscar Anugrah, mengatakan hasil investigasi terbaru menemukan adanya mobilisasi rakit dompeng secara masif yang beroperasi tanpa kendali. Sedikitnya terdapat sekitar 300 unit rakit tambang emas ilegal di kawasan tersebut.
Akibat aktivitas itu, sedikitnya 12.202 hektare kawasan hutan mengalami kerusakan. Menurut Oscar, kondisi tersebut menandai eskalasi serius dari praktik tambang ilegal yang dibiarkan berlangsung.
“Kita mempertanyakan keseriusan Kapolda Jambi. Polda harusnya serius menangani kasus PETI karena kondisi hari ini sangat darurat. Selama ini kami melihat langkah yang dilakukan Polda masih sporadis dan hanya menyasar pekerja lapangan,” kata Oscar saat diwawancarai, Minggu (21/6/2026).