JAMBI, Gracak.com - Sejumlah sopir travel di Kota Jambi mengeluhkan panjangnya antrean kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Mereka menduga antrean dipicu oleh maraknya aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi.
Salah seorang sopir travel berinisial R mengatakan antrean panjang membuat waktu istirahat para sopir berkurang karena harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar.
R mengaku melayani rute perjalanan terpanjang di Provinsi Jambi dengan waktu tempuh sekitar 9 hingga 10 jam setiap perjalanan. Biasanya ia tiba di Kota Jambi pada pagi hari, kemudian langsung menuju SPBU untuk mengisi bahan bakar.
“Biasanya kami sampai sekitar pukul 05.00 WIB dan masuk antrean di SPBU sekitar pukul 06.00 WIB. Dulu sekitar pukul 09.00 WIB sudah selesai mengisi solar, sekarang baru dapat sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB,” kata R kepada Gracak.com, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga
Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada waktu istirahat sopir. Sebab, pada sore hari mereka kembali harus menjemput penumpang untuk melakukan perjalanan berikutnya.
Ia khawatir berkurangnya waktu istirahat dapat meningkatkan risiko kelelahan saat mengemudi sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
“Penumpang kadang bertanya kenapa sopir mengantuk. Istirahat kami memang berkurang karena harus antre solar. Kondisi ini tentu berbahaya bagi keselamatan penumpang,” ujarnya.
R menuturkan kondisi antrean panjang mulai terjadi sekitar tiga bulan terakhir. Ia mengaku hampir seluruh SPBU di Kota Jambi mengalami situasi serupa.
Baca Juga
Menurut dia, terdapat sejumlah kendaraan seperti truk, mobil boks, hingga kendaraan pribadi yang berulang kali mengantre untuk mengisi solar. Ia menduga kendaraan tersebut digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak Pertamina.