R juga menduga sebagian kendaraan melakukan pengisian lebih dari satu kali dalam sehari dengan menggunakan barcode berbeda. Dugaan itu, menurut dia, menjadi salah satu penyebab antrean semakin panjang.
Selain itu, ia mengatakan stok solar di sejumlah SPBU kini lebih cepat habis dibandingkan sebelumnya.
“Kami berharap aparat kepolisian melakukan pengawasan agar antrean ini tidak terus terjadi. Kalau memang ada pelangsiran, kami berharap bisa ditindak,” katanya.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Gracak.com melakukan penelusuran di sejumlah SPBU di Kota Jambi. Dari hasil pantauan, terlihat sejumlah kendaraan mengantre dalam waktu cukup lama. Namun, belum dapat dipastikan apakah kendaraan-kendaraan tersebut terlibat dalam aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi.
Baca Juga
Gracak.com juga telah menghubungi Kasi Humas Polresta Jambi, Iptu Edi Hariyanto. Ia mengarahkan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Jambi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak kepolisian.
Sebelumnya, Gracak.com juga melakukan penelusuran terhadap dugaan praktik pelangsiran BBM di sejumlah SPBU. Dalam penelusuran tersebut, media ini menemukan sejumlah mobil yang tidak menggunakan pelat di bagian belakang, serta mobil yang terlihat usang.
Pada hari berikutnya, tim juga mengikuti salah satu kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran.
Kendaraan tersebut diduga berupaya menghindari pemantauan sebelum akhirnya berhenti di sebuah rumah.
Baca Juga
Temuan tersebut masih berupa hasil investigasi awal dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran hukum.
Gracak.com tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak kepolisian maupun pihak terkait apabila telah memberikan keterangan resmi.