PERISTIWA

Kebakaran di Kota Jambi, Dua Rumah di Pelayangan Hangus Diduga Akibat Korsleting Listrik

Penulis : ynt | Editor : Ynt | 09 Juli 2026, 00:12 WIB
Kebakaran di Kota Jambi, Dua Rumah di Pelayangan Hangus Diduga Akibat Korsleting Listrik
Keterangan Foto : Tim Berjibaku memadamkan Api (Gracak/Damkar Kota Jambi).
Jambi, Gracak.com - Dua unit rumah di Jalan K.H.A. Tomok, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, terbakar pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik akibat penggunaan daya yang melebihi kapasitas instalasi.
Peristiwa itu menghanguskan satu rumah permanen dan satu rumah non permanen. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi mengerahkan 45 personel untuk memadamkan api dengan dukungan satu armada komando, lima armada tempur, dan tiga armada suplai.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan petugas bergerak ke lokasi segera setelah menerima laporan dari warga. Api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain setelah proses pemadaman dan pendinginan yang berlangsung sekitar satu setengah jam.
"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai meluas ke bangunan lain setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit," kata Mustari.
Berdasarkan investigasi awal, sumber api diduga berasal dari arus pendek listrik di bagian plafon rumah. Sebelum kebakaran, meteran listrik rumah korban dilaporkan beberapa kali turun karena sejumlah peralatan elektronik digunakan secara bersamaan, antara lain kulkas, stop kontak, dan perangkat listrik lainnya.
Menurut Mustari, saksi menyebut penghuni rumah sempat menaikkan kembali MCB setelah listrik padam. Namun sekitar lima menit kemudian, kobaran api muncul dari bagian belakang plafon dan dengan cepat membesar.
"Menurut keterangan saksi, korban sempat kembali menaikkan MCB meteran listrik setelah aliran listrik padam. Namun sekitar lima menit kemudian, kobaran api terlihat muncul dari bagian belakang plafon rumah," ujarnya.
Api kemudian menyambar material yang mudah terbakar, seperti kasur, kertas, dan tabung gas. Kobaran api selanjutnya merembet ke bangunan non permanen milik rumah di sebelahnya.
Hasil pemeriksaan sementara juga menemukan instalasi kabel listrik di rumah tersebut tidak menggunakan pipa pelindung. Kondisi itu diduga mempercepat rambatan api setelah terjadi percikan akibat korsleting.
"Investigasi sementara menunjukkan dugaan penyebab kebakaran berasal dari penggunaan daya listrik yang berlebihan sehingga terjadi korsleting pada instalasi listrik di plafon rumah. Selain itu, kabel instalasi ditemukan tidak menggunakan pipa pelindung sehingga percikan api mudah menyambar material yang mudah terbakar," kata Mustari.