PERISTIWA

Kapolres Merangin Akui Tim Bareskrim Sempat Dihadang Warga Saat Hendak Tertibkan PETI

Penulis : ynt | Editor : ynt | 10 Juli 2026, 19:42 WIB
Kapolres Merangin Akui Tim Bareskrim Sempat Dihadang Warga Saat Hendak Tertibkan PETI
Keterangan Foto : Tim Bareskrim diusir sekelompok orang di lokasi PETI (Gracak.com).
MERANGIN, GraCak.com - Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi membenarkan adanya insiden penghadangan terhadap tim gabungan yang terdiri dari personel Bareskrim Polri dan Polres Merangin saat akan melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin.
Peristiwa tersebut terjadi saat tim gabungan mendatangi lokasi tambang ilegal di kawasan Tabir Barat, pada Kamis (9/7/2026).
AKBP Kiki menjelaskan, sebelum operasi dilakukan, tim dari Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk meminta bantuan personel dalam pelaksanaan penindakan.
Namun, ketika tiba di lokasi, petugas mendapati jumlah masyarakat yang berada di area tambang cukup banyak. Kondisi tersebut dinilai tidak kondusif karena sempat terjadi penolakan dari warga sehingga tim memutuskan untuk mundur sementara.
“Terkait adanya informasi kegiatan penindakan PETI oleh tim gabungan dari Bareskrim dan jajaran Polres Merangin, sebelum melakukan penindakan tim Bareskrim telah melakukan koordinasi untuk perbantuan personel. Namun setelah di lapangan melihat situasi bahwa jumlah masyarakat cukup banyak dan sedikit melakukan perlawanan, sehingga tim gabungan kembali untuk melakukan konsolidasi,” kata AKBP Kiki saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 1 menit 54 detik beredar luas di media sosial yang memperlihatkan sejumlah aparat kepolisian mengenakan rompi bertuliskan “Polisi” serta membawa senjata laras panjang dihentikan oleh sekelompok warga saat memasuki lokasi PETI.
Dalam rekaman tersebut, tampak petugas sempat berdialog dengan warga sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. 
Video itu juga memperlihatkan satu unit alat berat jenis ekskavator yang terparkir di area tambang, serta sejumlah alat Dulang manual yang dipegang oleh beberapa perempuan.
Informasi yang beredar menyebutkan aparat yang datang ke lokasi merupakan personel dari Mabes Polri atau Bareskrim Polri. Keterangan tersebut kini diperkuat oleh pernyataan Kapolres Merangin yang membenarkan adanya tim dari Bareskrim dalam operasi tersebut.
Sebelum adanya penjelasan Kapolres, Kasi Humas Polres Merangin Iptu Sakiraman mengaku belum dapat memastikan informasi mengenai kedatangan tim dari Mabes Polri ke lokasi PETI.