NASIONAL

Viral, Mahasiswa Jambi Hadang Wapres Gibran: Minta Selamatkan Candi Muara Jambi dari Kepungan Stockpile Batubara

Penulis : Agri Randa Saputra | Editor : Yanto | 18 Juli 2026, 19:14 WIB
Viral, Mahasiswa Jambi Hadang Wapres Gibran: Minta Selamatkan Candi Muara Jambi dari Kepungan Stockpile Batubara
Keterangan Foto : mahasiswa Jambi bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja di Jambi.
JAMBI, Gracak.com - Aksi sejumlah mahasiswa Jambi yang menghadang Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja di Jambi menjadi viral di media sosial. 
Dalam video yang beredar, para mahasiswa menyampaikan langsung keluhan mengenai keberadaan aktivitas stockpile batubara yang disebut mengelilingi kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muara Jambi.
Dengan nada tegas, salah seorang mahasiswa meminta pemerintah pusat turun tangan menyelamatkan kawasan cagar budaya tersebut yang dinilai terancam oleh aktivitas penumpukan batubara di sekitarnya.
"Izin Pak, tolong selamatkan Cagar Budaya Candi Muara Jambi dari stockpile batubara, Pak. Kami mahasiswa Jambi yang lahir dan besar di Jambi, tolong Pak," ujar salah seorang mahasiswa saat menyampaikan aspirasinya kepada Gibran, Kamis (16/7/2026).
Mendengar laporan itu, Gibran langsung merespons dengan menanyakan lokasi keberadaan stockpile yang dimaksud.
"Oke, di mana lokasi stockpile-nya?" tanya Gibran.
Mahasiswa menjelaskan bahwa aktivitas stockpile berada di sekitar kawasan Candi Muara Jambi. Mereka menilai debu yang dihasilkan dari aktivitas tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kelestarian situs sejarah yang menjadi salah satu kawasan cagar budaya terpenting di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga mengingatkan bahwa persoalan serupa pernah mendapat perhatian Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat berkunjung ke Jambi pada 2022. Ketika itu, Jokowi disebut meminta agar kawasan Candi Muara Jambi dijaga sebagai warisan peradaban dan tidak terganggu aktivitas industri.
Namun, menurut mahasiswa, arahan tersebut hingga kini belum ditindaklanjuti secara optimal.
"Pak Jokowi pernah ke sini. Beliau menginstruksikan agar kawasan ini dilestarikan sebagai jejak peradaban. Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya, Pak Wapres," kata mahasiswa tersebut.