Pada Desember 2025, warga bahkan harus bergotong royong menandu jenazah sejauh sekitar 10 kilometer menuju kampung asalnya di Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.
Kini, kondisi itu perlahan berubah.
Bupati Kerinci Monadi mengatakan pembangunan jalan menuju Renah Pametik masih belum sepenuhnya selesai.
“Masih ada 8 kilometer yang masih harus dimaksimalkan, menimbun batu dan pengerasan,” kata Monadi saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Baca Juga
Menurut dia, pembangunan jalan tersebut juga tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat serta kerja sama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Provinsi Jambi.
Bagi petani Renah Pametik, jalan yang terbuka berarti lebih dari sekadar kemudahan perjalanan.
Jalan itu berarti ongkos angkut yang lebih ringan, hasil kebun yang lebih cepat sampai ke pasar, dan peluang mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Setelah puluhan tahun memikul hasil kebun melewati jalan berlumpur, petani kini mulai melihat jalan sebagai pintu menuju kehidupan yang lebih baik.