INVESTIGASI

Petani Kopi dan Kayu Manis Tersenyum, Biaya Angkut Mulai Turun

Penulis : Yanto | Editor : Yanto | 12 Agustus 2026, 02:10 WIB
Petani Kopi dan Kayu Manis Tersenyum, Biaya Angkut Mulai Turun
Keterangan Foto : Petani tengah memetik Kopi di Kebun (Gracak.com/Yanto).
Renah Pametik merupakan kawasan yang memiliki potensi produksi kopi dan kulit kayu manis cukup besar.
Dalam satu bulan, produksi kulit kayu manis di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 100 ton.
Sementara produksi kopi berkisar 40 hingga 60 ton per bulan.
Dari produksi tersebut, proyeksi pendapatan kotor petani kopi diperkirakan mencapai Rp52 juta hingga Rp100 juta per tahun.
Sementara kulit kayu manis diproyeksikan menghasilkan pendapatan kotor sekitar Rp350 juta hingga Rp600 juta per tahun.
Dengan jalan yang semakin baik, petani berharap biaya distribusi dapat ditekan dan hasil kebun dapat dijual dengan harga lebih baik.
Dulu Menandu Jenazah, Kini Jalan Mulai Terbuka
Persoalan jalan di Renah Pametik bukan hanya berdampak pada ekonomi.
Akses yang sulit juga menyulitkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.
Beberapa kali warga harus menandu orang sakit untuk dibawa mendapatkan perawatan.