Renah Pametik merupakan kawasan yang memiliki potensi produksi kopi dan kulit kayu manis cukup besar.
Dalam satu bulan, produksi kulit kayu manis di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 100 ton.
Sementara produksi kopi berkisar 40 hingga 60 ton per bulan.
Dari produksi tersebut, proyeksi pendapatan kotor petani kopi diperkirakan mencapai Rp52 juta hingga Rp100 juta per tahun.
Baca Juga
Sementara kulit kayu manis diproyeksikan menghasilkan pendapatan kotor sekitar Rp350 juta hingga Rp600 juta per tahun.
Dengan jalan yang semakin baik, petani berharap biaya distribusi dapat ditekan dan hasil kebun dapat dijual dengan harga lebih baik.
Dulu Menandu Jenazah, Kini Jalan Mulai Terbuka
Persoalan jalan di Renah Pametik bukan hanya berdampak pada ekonomi.
Baca Juga
Akses yang sulit juga menyulitkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.
Beberapa kali warga harus menandu orang sakit untuk dibawa mendapatkan perawatan.