EKONOMI

Alko Serap 10.000 Ton Kopi Petani Indonesia Sepanjang 2026

Penulis : Yanto | Editor : Yanto | 11 September 2026, 21:39 WIB
Alko Serap 10.000 Ton Kopi Petani Indonesia Sepanjang 2026
Keterangan Foto : Kegiatan pelepasan ekspor kopi Alko ke Malaysia dan Kanada (Gracak.com/Yanto).
JAMBI, Gracak.com - Koperasi Alko mencatat penyerapan kopi dari petani di berbagai wilayah Indonesia mencapai hampir 10.000 ton sepanjang 2026.
CEO Alko Sumatera, Suriono, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kopi yang diserap dari jaringan petani yang didampingi Alko di sejumlah daerah penghasil kopi, mulai dari Aceh hingga Flores.
“Alko sekarang sudah mendampingi seluruh penghasil kopi di Indonesia, dari Aceh sampai Flores. Kita sekarang sudah di angka hampir 10 juta kilo atau 10.000 ton,” ujar Suriono.
Menurutnya, kopi yang diserap Alko terdiri dari jenis Robusta dan Arabika. Namun, sekitar 80 persen merupakan kopi Robusta.
Produksi kopi Robusta yang besar terutama berasal dari sejumlah daerah di Pulau Sumatera, seperti Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Sementara untuk pasar ekspor, kopi yang dikelola Alko telah dipasarkan ke sekitar 11 negara.
Amerika Serikat dan Italia menjadi salah satu pasar utama. Khusus kopi Kerinci, pasar ekspornya antara lain menyasar kawasan Timur Tengah, Oman, dan Italia.
“Ini menjadi positif buat petani untuk menanam kopi dan mau merawat kopinya,” katanya.
Pada kegiatan tersebut, Alko juga melepas ekspor kopi sebanyak 14 ton ke dua negara, yakni Malaysia dan Kanada.
Masing-masing sebanyak 7 ton dikirim ke Malaysia dan 7 ton lainnya ke Kanada.