JAMBI, Gracak.com Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Afuan Yuza Putra, menyampaikan refleksi atas dua tahun masa jabatannya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kerinci-Sungai Penuh.
Dalam refleksinya, Yuza menyoroti sejumlah persoalan, terutama perubahan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi 2026 serta pemerataan program pembangunan di seluruh daerah pemilihan.
Yuza menyebut APBD Provinsi Jambi pada 2025 berada di angka sekitar Rp4,5 triliun. Sementara pada 2026, perubahan fundamental terhadap asumsi makro ekonomi membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian terhadap APBD.
Berdasarkan laporan Badan Anggaran (Banggar), kata Apuan, target pendapatan mengalami kenaikan sekitar 5,77 persen.
Baca Juga
Namun, ia mempertanyakan apakah penyesuaian belanja dalam APBD tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan struktural yang dihadapi Provinsi Jambi atau hanya sebatas pergeseran administratif.
“Kami menilai rekonfigurasi atau proses penataan ulang struktur dan susunan postur APBD 2026 ini hendaknya benar-benar direalisasikan agar kesejahteraan masyarakat Jambi terwujud sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Yuza.
Selain persoalan APBD, Yuza menilai pemerataan realisasi program pembangunan di seluruh daerah pemilihan juga menjadi hal penting.
Ia menyebut keterwakilan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh di DPRD Provinsi Jambi hanya enam orang. Karena itu, efektivitas program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat perlu terus ditingkatkan.
Baca Juga
Salah satu program yang disorot adalah beasiswa. Yuza menilai realisasi program tersebut sudah berjalan dengan baik sehingga perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
“Efektivitas program pro-Jambi harusnya ditingkatkan, terutama program yang manfaat penerimanya menyentuh langsung kepada masyarakat, seperti beasiswa yang realisasinya sangat baik hendaknya dipertahankan atau bahkan saya mendukung untuk ditingkatkan,” ujarnya.