EKONOMI

Waka DPRD Jambi Hadiri GPM Nasional, Soroti Lonjakan Harga Cabai Rawit Jelang Ramadan

Penulis : Agri Randa Safutra | Editor : YNT | 15 February 2026 | 15:39 WIB
Waka DPRD Jambi Hadiri GPM Nasional, Soroti Lonjakan Harga Cabai Rawit Jelang Ramadan
Keterangan Foto : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Samsul Riduan, saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional di kawasan Citraland, Kota Jambi, Jumat (13/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia meninjau langsung perkembangan harga bahan pokok serta mengingatkan pemerintah agar mewaspadai lonjakan harga jelang Ramadan (Humas DPRD Provinsi Jambi).
JAMBI – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Samsul Riduan, menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional yang digelar di kawasan Citraland, Kota Jambi, Jumat (13/2/2026) pagi. Kehadirannya untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Samsul mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan pengawasan terhadap 18 item bahan pokok strategis. Berdasarkan data tabel harga yang dipaparkan dalam kegiatan itu, kondisi harga pangan di Kota Jambi dinilai relatif baik dan masih terkendali.
Meski demikian, politisi yang akrab disapa Bang Samsul itu memberikan perhatian khusus terhadap komoditas cabai rawit yang mengalami lonjakan cukup signifikan.
“Kota Jambi yang tadi agak berlebih itu masalah cabe rawit. Itu pun memang lonjakannya agak jauh, dari Rp 47 ribu ke Rp 90 ribu. Artinya ini yang harus diwanti-wanti, agar harga di pasar ini stabil sesuai dengan yang sudah diterapkan oleh pemerintah,” tegasnya di sela kegiatan.
Ia menilai, menjelang Ramadan potensi kenaikan harga bahan pokok perlu diantisipasi sejak dini. Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jambi agar lebih intens melakukan pengawasan langsung ke pasar-pasar tradisional.
“Intinya memang harus rajin-rajin kita Pemprov turun ke bawah, sidak ke pasar. Supaya walaupun terjadi lonjakan, harganya jangan terlalu jauh (naiknya),” imbuhnya.
Selain memantau kondisi harga di Kota Jambi, Samsul juga menyoroti perkembangan harga di daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam GPM, stabilitas harga di kedua daerah tersebut dinilai lebih baik dibandingkan di Kota Jambi.
“Kalau Sarolangun tadi saya lihat tabelnya lebih baik dari Kota malahan. Hanya kedelai tadi ada selisih sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu,” jelasnya.
Ia memastikan program Gerakan Pangan Murah telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya pengawasan dan intervensi pasar melalui GPM, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga menjelang Ramadan.