INVESTIGASI

Pisang Petani Jadi Sasaran, Diduga untuk Modal Beli Narkoba di Desa Alung, Kurir Sabu 58 Kg

Penulis : ynt | Editor : YNT | 13 April 2026 | 12:43 WIB
Pisang Petani Jadi Sasaran, Diduga untuk Modal Beli Narkoba di Desa Alung, Kurir Sabu 58 Kg
Keterangan Foto : Pisang milik petani di sekitar desa Alung, kurir sabu 58 kg, menjadi sasaran pencurian yang diduga terkait kebutuhan membeli narkoba.
GRACAK.COM – Kabar mengejutkan saat menelusuri kediaman M Alung Ramadan alisa Alung di RT 10 Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Diaebutkan barang petani menjadi sasaran empuk bagi pecandu narkoba.
Alung merupakan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jambi, yang kabur dari penjagaan polisi saat di tinggal sendiri usai penyidikan kasus sabu seberat 58 kilogram.
Alung disebutkan melompat dari lantai dua, melalui jendela dengan tangan terborgol, yang kemudian lari menuju belakang kantor utama Polda Jambi.
Pelarian Alung, membuat tanda tanya di tengah masyarakat sehingga digelarnya aksi besar-besaran di Polda Jambi baru-baru ini.
Pasalnya nama Alung mencuat setelah dilangsungkannya persidangan di Pengadilan Negeri Jambi pada Kamis 9 April 2026 atau sekitar 6 bulan penangkapannya, saat pembacaan dakwaan jaksa terhadap dua terdakwa dalam kasus yang sama, yakni Agit Putra Ramadan (APR) dan Juniardo alias Ardo (JA).
Dalam persoalan ini, pada Minggu (12/4/2026). tim Gracak.com mencoba menelusuri desa dimana DPO Alung berasal, yakni di RT 10 Kelurahan Penyengat Rendah.
Dalam penelusuran, tim bergerak dari simpang sebelah kiri sebelum jembatan Aurduri 1 dari arah Kota Jambi. Dalam perjalanan tim mengamati kondisi seputaran desa, serta menggali informasi ditengah masyarakat.
Pertama tim menghampiri warga di Rt 4 Kelurahan Penyengat Rendah, tidak jauh dari tempat tinggal Alung. Seperti keterangan, terungkap kebenaran maraknya kabara Alung yang kabur dari tahanan polisi, sebagaimana keterangan dalam pemberitaan sebelumnya.
Menariknya, dalam penjelasan itu, mereka memaparkan kondisi desanya yang saat ini juga menjadi salah satu lokasi bebasnya peredaran barang haram itu, bahkan sudah menyebar di kalangan anak remaja.
Lebih parahnya, para remaja yang kecanduan narkoba ini sudah sangat meresahkan para petani, Dimana hasil kebun petani seperti pisang menjadi sasaran mereka untuk membeli barang haram tersebut.