INVESTIGASI

Pisang Petani Jadi Sasaran, Diduga untuk Modal Beli Narkoba di Desa Alung, Kurir Sabu 58 Kg

Penulis : ynt | Editor : YNT | 13 April 2026 | 12:43 WIB
Pisang Petani Jadi Sasaran, Diduga untuk Modal Beli Narkoba di Desa Alung, Kurir Sabu 58 Kg
Keterangan Foto : Pisang milik petani di sekitar desa Alung, kurir sabu 58 kg, menjadi sasaran pencurian yang diduga terkait kebutuhan membeli narkoba.
Begitupun lokasi yang sering digunakan untuk transaksi sabu, yakni diduga berada di seputaran Pantai yang berada dekat Kawasan Penyengat Rendah.  
Dengan keresahan, masyarakat pernah mencoba membuat pengaduan kepada pihak penegak hukm, namun warga yang melapor menjadi sasaran dari para bandar dan pemakai.
Begitupun saat menelusuri, kawasan rumah Alung, yakni di RT 10 Kelurahan Penyengat Rendah, sekitar 100 Meter dari gapura masuk RT 10. Dalam penelusuran, terlihat pula sejumlah warga yang mengamati setiap langkah, tatapan tajam seolah mata elang heda memburu mangsanya terarah ke tim di lapangan.
Tim mencoba mengelilingi di kawasan tersebut, terlihat satu pos penjagaan yang penuh dengan coretan, begitupun suasana di pos tersebut terlihat ada bekas tongkrongan muda-mudi.
Melihat kondisi yang sedikit mencengkam tim mencoba berpindah ke Rt yang lain, yang tidak jauh dari lokasi Rumah Alung, yang juga disebutkan menjadi lokasi bebasnya peredaran narkoba.
Berpindah ke Rt 11 Penyengat Rendah, tim menemui dua orang warga setempat, terungkap di wilayah tersebut juga maraknya peredaran narkoba.
Kedua warga itu, juga mengaku mendengar kabar kaburnya sosok Alung dari penahanan Polda Jambi.
Dari penelusuran dan cerita itu, terbongkar peran Alung dalam kasus 58 Kg sabu. Alung disebutkan berperan sebagai kurir, Alung juga disebutkan sosok yang pendiam.
Selain Alung, mereka juga mengungkapkan adanya dugaan bandar narkoba yang belum tersentuh di kawasan mereka. adapun bandar ini diduga warga sekitar, karena menurut pengakuan mereka pendatang tidak berani menjadi pengedar karena rentan penangkapan.
Begitupun kebebasan transaksi narkoba di Kawasan ini, rupanya juga sudah menyasar ke para remaja setempat. Amat disayangkan dampaknya bahkan kepada penghasilan kebun petani, yang belakangan ini kerap kehilangan seperti buah sawit.