Gracak.com - Tim peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia Bandung melakukan kunjungan akademik ke Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi dalam rangka penguatan riset Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.
Tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Sri Rustiyanti dan Dr. Wanda Listiani itu melakukan kunjungan sebagai bagian dari penelitian DIPA Skema Penugasan Guru Besar untuk program percepatan guru besar di ISBI Bandung.
Kedatangan tim peneliti diterima Kasubbag Umum BPK Jambi Agus Sudaryadi. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan diskusi, observasi lapangan, dan pengumpulan data terkait nilai sejarah, budaya, arsitektur, hingga potensi pengembangan Situs Candi Muarajambi.
Prof. Sri Rustiyanti mengatakan, penelitian tersebut merupakan bagian dari pengembangan kajian budaya dan pelestarian warisan budaya berbasis kolaborasi akademik.
Baca Juga
Menurut dia, Situs Candi Muarajambi memiliki nilai penting sebagai pusat peradaban dan pendidikan keagamaan Hindu-Buddha di Asia Tenggara pada masa lampau.
“Kajian ini diharapkan dapat memperkuat dokumentasi ilmiah sekaligus membuka peluang penelitian lintas disiplin terkait warisan budaya di Muaro Jambi,” ujar Kepala BPK Jambi Yanto HM Manurung.
Dalam kunjungan ke Museum Kawasan Candi Muaro Jambi, tim peneliti turut didampingi sejumlah pamong budaya dari BPK Jambi.
Penelitian tersebut juga melibatkan kolaborasi internasional dengan Leiden University yang difokuskan pada pengembangan riset, publikasi ilmiah internasional, dan kajian pelestarian situs budaya.
Baca Juga
Dr. Wanda Listiani menilai sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pelestarian budaya, serta mitra internasional menjadi langkah penting dalam memperluas kajian kebudayaan Indonesia di tingkat global.
Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya, pengembangan publikasi ilmiah, dan potensi pariwisata KCBN Muaro Jambi.