“Benar mereka satu keluarga punya tiga yayasan. Kami juga mempertanyakan bagaimana anggota polisi aktif dan ASN aktif bisa mengelola yayasan seperti ini,” katanya.
Ia menilai dugaan pemalsuan dokumen tersebut berpotensi membuat pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya berada di bawah kendali yayasan, sehingga penggunaan anggaran yang berasal dari pemerintah tidak transparan kepada para mitra.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Novilyan Dewi, membantah seluruh tuduhan yang disampaikan para mitra.
“Mereka adalah investor saya. Di BGN itu alurnya BGN ber-SPK dengan yayasan, kemudian yayasan ber-SPK dengan mitra,” kata Novi.
Baca Juga
Menurut Novi, berdasarkan petunjuk teknis BGN, yayasan bertugas mengelola operasional SPPG mulai dari menerima bantuan, merekrut karyawan hingga menjalin kerja sama dengan pemasok. Sedangkan mitra berperan sebagai penyedia fasilitas.
Namun, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan, Novi mengaku tidak mengetahui secara langsung karena seluruh administrasi ditangani oleh timnya.
“Itu dikerjakan oleh admin-admin kami. Saya fokus pada makanan dan gizi anak,” ujarnya.
Novi juga menegaskan ketiga yayasan tersebut tidak berafiliasi dengan institusi Polri. Menurutnya, yayasan dikelola secara mandiri oleh dirinya bersama suami dan anaknya.
Baca Juga
“Kami kelola mandiri, bukan yayasan milik Polri,” katanya.
Dari tiga yayasan tersebut, Novi mengaku saat ini mengelola sebanyak 22 dapur SPPG.