NASIONAL

Dua WN Bulgaria Jadi DPO Kasus Peretasan Bank Jambi Rp144,82 Miliar

Penulis : Ynt | Editor : Ynt | 15 Juli 2026, 23:31 WIB
Dua WN Bulgaria Jadi DPO Kasus Peretasan Bank Jambi Rp144,82 Miliar
Keterangan Foto : Gedung Mahligai Bank 9 Jambi (Gracak.com/ynt).
JAMBI, Gracak.com - Polda Jambi resmi menetapkan dua warga negara (WN) Bulgaria, Alcaz dan Tesevetanov alias Supermen, sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus peretasan sistem Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi yang mengakibatkan dana Rp144,82 miliar milik 6.609 nasabah raib.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan, kedua WN Bulgaria tersebut merupakan aktor intelektual sekaligus pengendali utama aksi peretasan yang terjadi pada Februari 2026.
“Benar, sudah kita tetapkan sebagai DPO,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Mapolda Jambi, Selasa (14/7/2026).
Penetapan DPO dilakukan setelah penyidik menangkap tiga anggota jaringan yang diduga berperan membantu aksi kejahatan tersebut, yakni DD (33), T (33),  dan A (35), yang berasal di Jawa Barat.
Menurut Taufik, DD berperan sebagai penghubung dengan Alcaz dan Tesevetanov. Atas perintah kedua buronan itu, DD diminta mencari 45 orang yang identitas pribadinya digunakan untuk membuka rekening bank.
Selanjutnya, DD meminta bantuan T untuk merekrut 45 pengemudi ojek online. Masing-masing dijanjikan imbalan Rp5 juta agar bersedia menyerahkan data pribadi untuk pembukaan rekening.
Sementara itu, A bertugas membantu proses registrasi hingga seluruh rekening berhasil dibuka sesuai arahan jaringan tersebut.
Penyidik mengungkapkan, setelah seluruh rekening siap digunakan, Alcaz dan Tesevetanov mengabarkan kepada DD, T, dan A bahwa sistem Bank Jambi akan diretas pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam aksi itu, dana sebesar Rp144,82 miliar diduga dicuri dari 6.609 rekening nasabah, kemudian dialirkan ke 45 rekening penampung sebelum dikonversi menjadi aset kripto melalui 90 akun yang telah dipersiapkan.
“Uang yang dibobol itu mereka konversi menjadi aset dalam bentuk kripto, kemudian ditarik dari wallet yang ada di luar negeri,” kata Taufik.