INVESTIGASI

15 Perusahan Kepung Candi Muaro Jambi, Pemprov Lempar Tanggung Jawab

Penulis : Danil Febriandi | Editor : Yanto | 20 Juli 2026, 22:27 WIB
15 Perusahan Kepung Candi Muaro Jambi, Pemprov Lempar Tanggung Jawab
Keterangan Foto : Candi Muaro Jambi, (Grcaka.com).
“Kita tidak bisa menyebutkan, karena kerap berganti-ganti perusahaan yang beroperasi, yang bisa menyampaikan Provinsi (perusahaan yang beroperasi),” bebernya. 
Terkait peringatan yang diminta oleh presiden Jokowi saat ke Jambi, Pihaknya juga telah beberapa kali mendatangi pihak perusahaan, namun pihak Perusahaan menolak untuk menghentikan operasi tersebut. 
“Alasanya, mereka sudah sejak lama di sana,” tukasnya. 
Perjuangan ini bukan tanpa alasan, cagar budaya memiliki banyak sejarah menarik, selain sebagai lokasi pusat pendidikan, tumbuhan di wilayah tersebut konon katanya dijadikan sebagai bahan obat-obatan pada masa dulunya. 
“Konon katanya, dulu di lokasi candi juga ditumbuh-tumbuhi oleh tanaman obat-obatan tradisional, nah untuk rencana kita, alam nya akan kita kembalikan seperti dahulu, mana tau rumput-rumput tersebut bisa kembali tumbuh di lokasi ini,” paparnyak,
Ia menyayangkan adanya aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut, material candi serta sejumlah tanaman obat-obatan akan sulit ditemukan di lokasi tersebut. 
“Kami juga saat ini berupaya agar perusahan tidak diberikan izin untuk beroperasi di wilayah itu, melalui kementerian Kebudayaan,” bebernya.
Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab 
Menyikapi viralnya aktivitas pertambangan di kawasan Candi Muaro Jambi, Gracak.com menghubungi sejumlah pejabat di Wilayah Provinsi Jambi untuk mengetahui nama perusahaan yang beroperasi, dari pengakuan mereka terjadi saling lempar tanggung jawab.  
Gubernur Jambi Al Haris mengaku penanganan kawasan Candi Muaro Jambi sepenuhnya mengacu pada ketentuan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).