Dengan nada tegas, salah seorang mahasiswa meminta pemerintah pusat turun tangan menyelamatkan kawasan cagar budaya tersebut yang dinilai terancam oleh aktivitas penumpukan batubara di sekitarnya.
"Izin Pak, tolong selamatkan Cagar Budaya Candi Muara Jambi dari stockpile batubara, Pak. Kami mahasiswa Jambi yang lahir dan besar di Jambi, tolong Pak," ujar salah seorang mahasiswa saat menyampaikan aspirasinya kepada Gibran, Kamis (16/7/2026).
Mendengar laporan itu, Gibran langsung merespons dengan menanyakan lokasi keberadaan stockpile yang dimaksud.
"Oke, di mana lokasi stockpile-nya?" tanya Gibran.
Baca Juga
Mahasiswa menjelaskan bahwa aktivitas stockpile berada di sekitar kawasan Candi Muara Jambi. Mereka menilai debu yang dihasilkan dari aktivitas tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kelestarian situs sejarah yang menjadi salah satu kawasan cagar budaya terpenting di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga mengingatkan bahwa persoalan serupa pernah mendapat perhatian Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat berkunjung ke Jambi pada 2022. Ketika itu, Jokowi disebut meminta agar kawasan Candi Muaro Jambi dijaga sebagai warisan peradaban dan tidak terganggu aktivitas industri.
Namun, menurut mahasiswa, arahan tersebut hingga kini belum ditindaklanjuti secara optimal.
"Pak Jokowi pernah ke sini. Beliau menginstruksikan agar kawasan ini dilestarikan sebagai jejak peradaban. Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya, Pak Wapres," kata mahasiswa tersebut.
Baca Juga
Gibran kemudian kembali menanyakan siapa pemilik perusahaan yang mengoperasikan stockpile tersebut. Ia menegaskan kawasan cagar budaya semestinya tidak bersinggungan dengan aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestariannya.
Menindaklanjuti aduan itu, Gibran langsung meminta penjelasan kepada Gubernur Jambi terkait perizinan aktivitas stockpile di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi. Ia juga menyatakan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti.