Mereka ingin menjadi chef dan membuka restoran.
Di puncak bukit yang jauh dari pusat kota, mereka sedang belajar bahwa keterbatasan fasilitas tidak harus menjadi batas bagi cita-cita.
Pemerintah, kata Dicky, diharapkan memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar sekolah, terutama sumber air bersih, listrik dan jaringan komunikasi.
Sebab di sekolah kecil itu, persoalannya bukan hanya bagaimana membuat 12 anak bisa belajar.
Baca Juga
Lebih jauh dari itu, bagaimana memastikan mimpi mereka tidak berhenti hanya karena tempat mereka dilahirkan berada jauh dari pusat kota.
Di antara kebun kayu manis dan kopi, 12 anak itu sedang menunggu masa depan.
Dan masa depan, bagi mereka, tidak pernah sekecil sekolah tempat mereka belajar.