JAMBI, Gracak.com – Kondisi sejumlah situs cagar budaya di kawasan inti Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, memperlihatkan.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (15/8/2026), aktivitas perusahaan masih terlihat di sekitar kawasan. Di perairan Sungai Batanghari, sedikitnya empat tongkang terlihat bersandar di tepian kawasan.
Tumpukan material pasir juga terlihat menggunung di seberang permukiman warga yang berada di kawasan inti KCBN. Sebagian area digunakan sebagai lokasi penumpukan dan pemuatan cangkang.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap situs-situs cagar budaya yang berada di sekitar aktivitas perusahaan.
Baca Juga
Hal ini dikemukakan oleh Ketua Komunitas Pondok Menapo, Mukhtarhadi, yang mengatakan sejumlah bangunan candi kini terlihat menghitam dan dipenuhi lumut serta debu.
“Kalau kita lihat perbedaannya, candi yang berada di seberang sini dengan candi yang ada di sana. Di sana sudah hitam, kemudian lantainya berlumut karena debu batu bara,” ujar Mukhtarhadi.
Menurutnya, debu dari aktivitas penumpukan dan pengangkutan batu bara berpotensi terbawa angin hingga ke kawasan candi dan permukiman warga.
Ia juga menyoroti perubahan bentang alam akibat aktivitas alat berat, penumpukan material dan kegiatan industri di sekitar kawasan.
Baca Juga
“Secara landscape juga berubah. Kita tidak tahu di bawah lokasi yang mereka gali menggunakan ekskavator itu masih terdapat situs atau tidak,” katanya.
Salah satu situs yang dinilai paling rentan adalah Candi Teluk. Lokasi tersebut berada di sekitar aktivitas penumpukan batu bara dan cangkang.