Sebanyak 60 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Personel berasal dari Pleton I Mako serta sejumlah regu dari Posyankar Paal Merah, Jambi Timur, dan Jamkose.
Dalam operasi pemadaman, Damkartan mengerahkan satu armada komando, delapan armada tempur, tiga armada suplai, serta satu unit ambulans PSC 119.
Proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam. Petugas menggunakan sekitar 160 ribu liter air dan 120 liter liquid foam untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke area sekitar.
Petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus jaringan listrik di lokasi selama proses pemadaman. Pengamanan dilakukan bersama TNI dan Polri guna memastikan proses penanganan berjalan aman dan lancar.
Baca Juga
Selain memadamkan api, petugas melakukan penyekatan untuk mencegah kobaran meluas ke area yang memiliki material mudah terbakar serta rumah warga di sekitar gudang.
Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah kondisi jalan menuju lokasi yang cukup padat. Banyak warga berkumpul untuk menyaksikan dan merekam kejadian dari jarak dekat.
Petugas kemudian mengimbau warga agar menjauh dari lokasi dan tidak mengganggu proses pemadaman.
Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi diserahkan kepada Polsek Jambi Selatan untuk pemasangan garis polisi dan penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga
Dalam kejadian tersebut, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka, termasuk dari petugas pemadam kebakaran. Sementara itu, kerugian materiil masih belum diketahui.
Berdasarkan keterangan awal Damkartan, api diduga berasal dari mesin pengovenan kopra. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.