Salah satu warga, T yang mengaku bernama Tohit, juga membantah sengaja membakar lahan. Ia mengatakan sedang memasak nasi ketika api muncul.
“Saya tidak sengaja, saya tengah masak nasi,” kata Tohit.
Ia mengaku telah berusaha memadamkan api, tetapi kesulitan mendapatkan air karena kondisi sungai yang kering.
“Sudah berupaya, tidak ada air di situ. Sungainya kering,” ujarnya.
Baca Juga
Tohit juga mengaku tidak mengetahui lahan yang digarapnya merupakan kawasan konservasi. Menurut dia, lahan tersebut dibeli dengan harga Rp10 juta dan kemudian digunakan untuk bercocok tanam.
Dalam penanganan awal, petugas juga melakukan pemadaman menggunakan sejumlah upaya, termasuk water bombing. Seorang anak yang ikut bersama kedua warga disebut merupakan cucu salah satu dari mereka. Anak tersebut tidak diproses karena masih di bawah umur dan akan dikembalikan kepada keluarganya.