EKONOMI

Kopi Kerinci Tembus Pasar Global, Alko Ekspor 14 Ton ke Kanada-Malaysia

Penulis : Yanto | Editor : Yanto | 11 September 2026, 23:58 WIB
Kopi Kerinci Tembus Pasar Global, Alko Ekspor 14 Ton ke Kanada-Malaysia
Keterangan Foto : Kegiatan pelepasan ekspor kopi Alko ke Malaysia dan Kanada (Gracak.com/Yanto).
“Harapannya tidak hanya menanam kopi, tetapi juga mulai peduli dengan sustainability, agroforestri, dan traceability. Itu nilai tambah yang bisa didapat petani,” katanya.
Suriono mengungkapkan, sepanjang satu tahun terakhir Koperasi Alko telah menyerap hampir 10.000 ton kopi dari petani di berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia.
Jaringan tersebut mencakup wilayah dari Aceh hingga Flores dengan melibatkan sekitar 14.000 petani.
Kopi yang diserap terdiri dari jenis Robusta dan Arabika. Dari total penyerapan tersebut, sekitar 80 persen merupakan kopi Robusta yang banyak berasal dari Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu, termasuk Kerinci.
“Alko sekarang sudah mendampingi seluruh penghasil kopi di Indonesia, dari Aceh sampai Flores. Sekarang sudah di angka hampir 10.000 ton,” jelasnya.
Untuk pasar ekspor, Amerika Serikat dan Italia menjadi salah satu tujuan utama penjualan kopi yang diserap Koperasi Alko.
Khusus Kabupaten Kerinci, Suriono menyebut produksi kopi Arabika saat ini mencapai sekitar 950 ton per tahun. Sementara produksi kopi Robusta diperkirakan mencapai 8.000 ton per tahun.
Kopi asal Kerinci tersebut dipasarkan ke sejumlah negara, terutama kawasan Timur Tengah, Oman, dan Italia.
“Kalau produksi kopi Kerinci, Arabikanya baru sekitar 950 ton per tahun. Kalau Robusta bisa sampai 8.000 ton,” ujarnya.
Sementara itu, dari tiga provinsi yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Bengkulu menjadi salah satu daerah dengan produksi kopi terbesar. Kopi yang dominan dihasilkan merupakan jenis Robusta, terutama dari Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.