"Kita pastikan nggak mungkinlah kita melindungi (oknum prajurit) yang seperti itu," lanjutnya.
Pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di kompleks KPAD Cijantung.
Petugas kemudian mengamankan lokasi untuk pemeriksaan. Sebanyak 11 warga sipil, terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, diamankan karena diduga bertugas sebagai operator.
Petugas juga menyita 32 komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP. Hingga kini, peran Arman masih dalam pendalaman aparat.(tim)