NASIONAL

1.555 Warga Binaan Dipindahkan ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Direncanakan Jadi Rutan

Penulis : Ynt | Editor : Ynt | 06 Juni 2026, 18:33 WIB
1.555 Warga Binaan Dipindahkan ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Direncanakan Jadi Rutan
Keterangan Foto : Petugas gabungan TNI dan Polri mengawal proses pemindahan 1.555 warga binaan dari Lapas Kelas IIA Jambi ke Lapas Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi (Gracak.com/ynt).
Gracak.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi yang selama ini dihuni ribuan narapidana dari berbagai kasus, mulai dipindahkan ke lokasi baru pada Sabtu (6/6/2026).
Sebanyak 1.555 warga binaan dipindahkan dari Lapas Kelas IIA Jambi ke Lapas Sengeti yang berada di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, mengatakan pemindahan tersebut dilakukan seiring rencana perubahan fungsi lapas lama menjadi Rumah Tahanan Negara (Rutan).
“Benar, seluruh narapidana dipindahkan ke lapas baru yang berada di Sengeti. Memang ada agenda ke depan, namun belum final. Rencananya lapas lama yang berada di Kota Jambi akan difungsikan sebagai rutan,” kata Syahroni saat diwawancarai, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, proses pemindahan dilakukan dalam tiga tahap dengan menggunakan 10 unit bus.
Pada tahap pertama, warga binaan dengan kategori risiko tinggi dipindahkan terlebih dahulu. Selanjutnya narapidana dengan risiko sedang, dan pada tahap terakhir narapidana kasus tindak pidana korupsi.
Meski demikian, Syahroni belum dapat memastikan kapan layanan kunjungan keluarga akan kembali dibuka di Lapas Sengeti. Saat ini pihaknya masih fokus menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar operasional lapas baru berjalan optimal.
“Yang pasti secepatnya. Namanya juga menempati rumah baru, tentu banyak hal yang harus kami persiapkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, proses pemindahan warga binaan Lapas Kelas IIA Jambi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Pantauan di lokasi, para warga binaan terlihat berbaris menuju bus-bus yang telah disiapkan dengan pengawalan petugas. Sejumlah warga binaan tampak mengenakan borgol saat proses pemindahan berlangsung.