Materi yang disampaikan mencakup pengenalan karakteristik ikan bawal, tata cara pembudidayaan yang baik, hingga kupas tuntas nilai gizi tinggi yang terkandung pada ikan bawal sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan masalah kesehatan di masyarakat.
Untuk mengukur efektivitas edukasi, mahasiswa juga membagikan lembar pre-test sebelum materi dimulai dan post-test di akhir sesi guna melihat peningkatan pemahaman warga.
Renovasi Keramba, Aklimatisasi, dan Ramah Tamah di Hari Kedua
Aksi nyata di lapangan berlanjut pada hari kedua. Sejak siang hari, tim mahasiswa bahu-membahu bersama warga membersihkan keramba-keramba yang telah lama mati dan terbengkalai. Tidak hanya dibersihkan, bagian fisik keramba yang rusak juga direnovasi agar layak huni bagi bibit ikan baru.
Baca Juga
Setelah struktur keramba siap, proses pelepasan bibit ikan bawal diawali dengan tahap aklimatisasi selama kurang lebih 20 menit.
Proses ini krusial dilakukan agar ikan dapat beradaptasi terlebih dahulu dengan suhu air di lokasi yang cenderung panas. Setelah dilepas, ikan bawal tersebut sengaja dipuasakan selama satu hari penuh.
Oleh karena itu, pemasangan jaring penutup antinyamuk dan predator baru dilaksanakan keesokan harinya guna memastikan kondisi ikan stabil.
Memasuki waktu malam, keakraban antara mahasiswa dan elemen desa semakin erat melalui agenda ramah tamah bersama pemuda-pemudi desa.
Baca Juga
Acara malam tersebut ditutup dengan penyerahan plakat secara simbolis oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Aisyah Putri Ramadani, kepada Ketua Pemuda Desa Tanjung Lanjut, Ridho.
Keberhasilan revitalisasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pasca-kepulangan mahasiswa, melainkan menjadi pemicu geliat ekonomi berkelanjutan dan peningkatan status gizi warga setempat.