Gracak.com - Kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi menggelar aksi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernaan, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12 hingga 14 Juni 2026, berfokus pada revitalisasi sektor perikanan dengan menghidupkan kembali fasilitas keramba yang telah lama terbengkalai.
Kegiatan ini di bawah bimbingan Dosen Koordinator, Asparian, dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Annisa Putri. Tim mahasiswa menginisiasi budidaya ikan bawal sebagai komoditas baru.
Pemilihan komoditas ini didasarkan pada hasil survei lapangan mendalam dan analisis masalah ke belakang.
Baca Juga
Kepala Desa Tanjung Lanjut, Edy Sugioto kepada mahasiswa mengatakan wilayah ini sebenarnya memiliki rekam jejak budidaya ikan, namun sempat terhenti karena kegagalan teknis.
"Sebelumnya sudah pernah membudidayakan ikan nila, tetapi tidak bisa berkembang. Sepertinya karena faktor air yang panas dan banyaknya predator yang memangsa ikan di dalam keramba," bebernya.
Merespons kendala alam tersebut, mahasiswa IKM menghadirkan solusi adaptif. Untuk menyiasati ancaman predator seperti biawak dan berang-berang, mereka memodifikasi struktur keramba dengan menambahkan jaring penutup khusus di bagian atas.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko tingkat kematian ikan sehingga hasil panen nantinya dapat lebih optimal.
Baca Juga
Edukasi Gizi dan Pengenalan Budidaya di Hari Pertama
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat (12/06/2026) melalui agenda penyampaian materi secara teoretis. Bertempat di balai pertemuan, mahasiswa mengundang tokoh masyarakat, warga desa, pemuda-pemudi, serta ibu-ibu kader PKK.