NASIONAL

Temukan 300 Alat Berakit di Lokasi PETI, WALHI Sentil Penegakan Hukum di Jambi

Penulis : Ynt | Editor : Ynt | 21 Juni 2026, 17:07 WIB
Temukan 300 Alat Berakit di Lokasi PETI, WALHI Sentil Penegakan Hukum di Jambi
Keterangan Foto : Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perairan sungai Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi (Gracak.com/WALHI).
Gracak.com - Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah sindir penegakan hukum di Jambi yang terkesan lemah atau kata lain tajam kebawah tumpul keatas. 
Hal ini diutarakannya usai adanya penemuan 300 alat beratkit alias dompeng yang diduga masif beroperasi untuk Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perairan sungai Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
“Aparat penegak hukum cenderung hanya menyasar pekerja lapangan, sementara para cukong, aktor intelektual, pemilik modal, hingga jaringan pemasok alat berakit dan bahan bakar justru dibiarkan bebas tanpa tersentuh hukum,” kata Oscar, Minggu (21/6/2026).
Untuk itu, WALHI Jambi mendesak Kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Polda Jambi, untuk segera mengambil langkah tegas, menyeluruh, dan tidak tebang pilih dalam memberantas PETI. 
“Penegakan hukum harus diarahkan pada aktor-aktor utama yang selama ini menikmati keuntungan dari kehancuran ekologis di Tebo,” paparnya.
Sebelumnya, Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI, berskala besar terpantau beroperasi di perairan Kabupaten Tebo, Jambi, Setidaknya 300 Alat berakit digunakan para penambang. 
Dari gambar yang di dapat, ratusan unit alat berat itu tampak berjajar beroperasi di perairan, yang berlokasi di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah mengatakan, data atau informasi ini dihimpunnya dari masyarakat setempat, yang menyebutkan ada 300 unit alat berakit dilaporkan aktif beroperasi.
“Temuan terbaru WALHI Jambi, yang dihimpun langsung dari masyarakat tapak, menunjukkan adanya mobilisasi alat berat secara masif yang beroperasi tanpa kendali, khususnya di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay,” kata Oscar pada Minggu (21/6/2026).
Menurutnya temuan itu telah memasuki fase darurat ekologis yang tidak bisa lagi ditoleransi. “Sedikitnya 300 unit alat berakit saat ini dilaporkan aktif beraktifitas di wilayah tersebut, menandai eskalasi serius dari praktik tambang ilegal yang dibiarkan berlangsung,” bebernya.