Rahma, pedagang yang berjualan tak jauh dari lokasi, mengatakan penyewa baru mulai memperbaiki kios sekitar dua hari lalu. Kepada warga sekitar, mereka mengaku akan membuka usaha jamu.
“Sudah lama kosong. Baru dua hari ini dibuka. Katanya mau jualan jamu. Kami juga belum tahu sebenarnya mau jual apa,” kata Rahma.
Selama dua hari itu, ia mengaku tidak pernah melihat aktivitas mencurigakan. Bau minyak pun tidak membuatnya curiga karena lokasi tersebut berada di dekat bengkel kendaraan.
“Enggak ada mencium bau minyak. Di sini memang kadang ada bau bensin dari bengkel,” ujarnya.
Baca Juga
Pedagang lain juga mengaku tidak mengenal penyewa kios tersebut. Mereka baru mengetahui peristiwa itu setelah polisi dan alat berat datang membongkar bangunan.
Pasca-kejadian, sejumlah pedagang memilih menutup lapaknya karena khawatir minyak yang tumpah dapat memicu kebakaran. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk menyemprotkan cairan khusus guna mengurangi risiko tersebut.
Sementara itu, Pertamina menghentikan sementara aliran minyak dan mengerahkan teknisi untuk memperbaiki pipa yang bocor. Bangunan kios dibongkar menggunakan alat berat agar proses perbaikan dapat dilakukan.
Polisi menduga aksi tersebut telah direncanakan sejak awal. Identitas terduga pelaku disebut telah dikantongi berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang melihat mereka melarikan diri.
Baca Juga
“Kami masih menunggu laporan resmi dari Pertamina, termasuk perhitungan kerugian. Penyelidikan terhadap para pelaku masih terus dilakukan,” kata Helrawati.