JAMBI, GRACAK.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, nyaris mencapai 100 hektare.
Kepala Balai TNBS Yunaidi mengatakan, hingga saat ini luas kawasan yang terdampak kebakaran telah mencapai 99,2 hektare. Luasan tersebut terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan melalui tiga peristiwa kebakaran.
“Kalau total kawasan yang terbakar itu 99,2 hektare,” kata Yunaidi saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Kebakaran pertama terjadi di Parit 4, Resort Sungai Rambut, Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, pada 9 Agustus 2026. Setelah api berhasil dipadamkan, titik api kembali muncul di lokasi tersebut pada 29 Agustus 2026.
Baca Juga
Total luas kawasan yang terbakar di lokasi itu mencapai sekitar 47,7 hektare.
Peristiwa kebakaran lainnya terjadi di Resort Simpang Datuk, Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, pada 26 Agustus 2026. Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut juga mencapai sekitar 47,7 hektare.
Menurut Yunaidi, kebakaran di Resort Simpang Datuk awalnya terjadi di ladang masyarakat yang berada sekitar 400 meter dari batas kawasan taman nasional.
“Vegetasi dominan di lokasi awal kebakaran berupa alang-alang dan jenis paku-pakuan atau resam,” ujarnya.
Baca Juga
Faktor cuaca dan arah angin menyebabkan api terus meluas hingga akhirnya masuk ke dalam kawasan TNBS.
Meski hingga kini belum ditemukan satwa liar yang terdampak langsung, Yunaidi mengatakan kebakaran tetap memberikan dampak terhadap fungsi ekologi kawasan.