EKONOMI

Bukan Sawit, Petani Tebo Kini Pilih Kopi Robusta karena Permintaan Tinggi

Penulis : Yanto | Editor : Yanto | 12 September 2026, 17:34 WIB
Bukan Sawit, Petani Tebo Kini Pilih Kopi Robusta karena Permintaan Tinggi
Keterangan Foto : kopi Robusta di Kabupaten Tebo, Jambi (Gracak.com/Yanto).
Selain Kelompok Tani ABS, terdapat pula Kelompok Perhutanan Sosial Beringin Jaya Makmur (BJM) di Desa Benteng Makmur, Kecamatan Muaro Kilis, Tebo.
Kelompok BJM mulai terbentuk dan mendapatkan pendampingan pada akhir 2024 dengan jumlah anggota sekitar 30 orang.
Pendampingan dilakukan untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan komoditas yang dinilai memiliki prospek ekonomi.
Pamuji mengatakan, sebagian petani di Tebo memilih menanam kopi dibandingkan mengembangkan tanaman sawit. Pilihan tersebut didorong pertimbangan ekonomi dan peluang pasar.
“Karena pendapatan, satu berbanding lima luas lahan sawit (per hektare),” ujar Pamuji.
Ia menyebut permintaan terhadap kopi Robusta saat ini cukup besar. Namun, kapasitas produksi petani di Tebo masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.
“Permintaan yang banyak, kita tidak mampu untuk memenuhi,” katanya.
Di sisi lain, peluang pasar kopi Jambi semakin terbuka dengan adanya ekspor kopi dari daerah lain. Koperasi Alko, misalnya, baru-baru ini melepas ekspor 14 ton kopi Arabika asal Kerinci ke Kanada dan Malaysia.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Dusun I, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026).
Ekspor tersebut masing-masing terdiri dari 7 ton kopi untuk pasar Kanada dan 7 ton untuk Malaysia. CEO Alko Sumatera, Suriono, mengatakan total nilai ekspor mencapai sekitar 148 ribu dolar AS atau setara Rp2,4 miliar.