NASIONAL

Aniaya Siswa, Oknum Guru Pesantren Dilaporkan ke Polda Jambi

Penulis : Fadhlan | Editor : Fadhlan | 11 Oktober 2026, 20:14 WIB
Aniaya Siswa, Oknum Guru Pesantren Dilaporkan ke Polda Jambi
Keterangan Foto : Korban penganiayaan oknum guru pesantren, doc gracak
Jambi, Gracak.com – Seorang oknum guru Pesantren Sabilul Jannah berinisial H, yang berlokasi di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan ke Polda Jambi atas dugaan penganiayaan terhadap seorang murid.
Orang tua korban, Irma Wati, membenarkan laporan tersebut. Ia mengaku kesal dan marah setelah mengetahui anak kandungnya diduga mengalami penganiayaan di dalam asrama pesantren hingga mengalami pembengkakan pada mata.
“Ya benar, saya sudah melaporkan oknum guru penganiaya anak saya ke Polda Jambi pada sabtu kemarin, 10 oktober 2026.
Irma menceritakan, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026, hingga Jumat, 9 Oktober 2026. Saat itu, ia mengaku belum mengetahui bahwa anaknya diduga menjadi korban penganiayaan.
Kecurigaan mulai muncul ketika ia menggelar acara doa bersama di rumahnya pada waktu magrib. Sejumlah murid pesantren hadir, tetapi anaknya justru tidak terlihat.
Karena khawatir, Irma meminta anaknya yang bernama Sela bersama menantunya untuk mencari korban ke lingkungan pesantren. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
“Saya sudah khawatir saat saya mengundang para murid pesantren untuk doa bersama dirumah saya namun anak saya tidak ada datang dan saya menyuruh anak dan keluarha mencari sampai ketemu namun tidak ketemu juga,“terangnya.
Pada Sabtu siang, Irma mengaku terkejut setelah menerima kabar dari anaknya, Sela, mengenai kondisi adiknya. Ia mendapat informasi bahwa mata korban mengalami pembengkakan dan bola matanya terlihat merah.
Merasa tidak terima atas kejadian tersebut, Irma kemudian melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polda Jambi. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/361/X/2026/SPKT/Polda Jambi.
“Ini sudah penganiayaan terhadap anak saya yang dilakukan seorang oknum guru Pesantren, makanya saya Visum dan  melapor ke Polda Jambi,“tuturnya.