JAMBI, Gracak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian seiring luas areal terbakar yang teridentifikasi mencapai sekitar 42 ribu hektare. Kondisi tersebut mendorong DPRD Provinsi Jambi menyepakati pembentukan panitia khusus (pansus) untuk membahas penanganan karhutla secara lebih komprehensif.
Berdasarkan rilis Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, angka tersebut diperoleh melalui analisis citra satelit Sentinel-2 pada periode 6–8 Oktober 2026.
“Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pemegang izin usaha, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan gambut,” kata Manager Komunikasi KKl Warsi Rudi Syaf.
Luas kebakaran yang teridentifikasi itu menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kawasan hutan produksi dan areal konsesi perusahaan. Api juga dilaporkan telah menyasar kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut.
Baca Juga
Situasi tersebut membutuhkan penanganan lintas sektor, termasuk penguatan pengawasan terhadap upaya pencegahan, pemadaman, dan pemulihan wilayah terdampak.
Di tengah kondisi itu, seluruh fraksi DPRD Provinsi Jambi menyepakati pembentukan pansus karhutla dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Muhammad Hafiz, Sabtu.
Keputusan tersebut diambil setelah Fraksi Partai Gerindra melalui anggotanya, Achmad Sarwani, menyampaikan desakan agar persoalan karhutla dibahas lebih lanjut oleh legislatif.
Menurut Sarwani, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif, terutama melalui fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran.
Baca Juga
Dampak kebakaran, kata dia, telah meluas hingga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan anak-anak sekolah, serta sektor perekonomian. Karena itu, diperlukan intervensi kelembagaan agar persoalan tersebut tidak hanya ditangani melalui langkah darurat.
“Alhamdulillah hari ini insyaallah agenda berikutnya dari semua fraksi mengirim utusan nama-nama untuk pembentukan Pansus,” ungkapnya