JAMBI, Gracak.com - Aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Gubernur Jambi masih berlangsung, pada Rabu (28/10) malam.
Massa aksi mendesak Gubernur Jambi Al Haris untuk menemui mereka secara langsung dan mendengarkan aspirasi yang ingin disampaikan.
Meski telah beberapa kali diimbau oleh aparat kepolisian untuk membubarkan diri, massa menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi sebelum Gubernur Al Haris datang menemui mereka.
“Kami tidak akan pulang sebelum Gubernur Jambi datang ke sini,” teriak massa saat menolak imbauan polisi.
Baca Juga
Sebagai informasi, setidaknya ada ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jambi Marah mengikuti aksi tersebut.
Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 18.31 WIB.
Massa tertahan di depan gerbang karena tidak dapat memasuki kawasan kantor gubernur. Akses masuk dijaga dengan pagar dan kawat berduri yang dipasang aparat.
Dalam aksi tersebut, massa terlihat menggoyangkan dan menariknya secara bersama-sama menggunakan tali yang telah disiapkan, hingga sebagian pagar roboh.
Baca Juga
Dementia dibagian dinding dan tiang pagar juga dipenuhi coretan, spanduk berisi ungkapan kekecewaan terbentang di pagar.
Massa mengaku kecewa terhadap penanganan pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada munculnya kabut asap di Jambi.