PERISTIWA

Personel dari Dumai dan Pekanbaru Dikerahkan Padamkan Karhutla di Jambi

Penulis : Danil Febriandi | Editor : Sal | 17 Oktober 2026, 22:14 WIB
Personel dari Dumai dan Pekanbaru Dikerahkan Padamkan Karhutla di Jambi
Keterangan Foto : Personel Manggala Agni mendapat tambahan dukungan dari Daops Dumai dan Pekanbaru untuk membantu pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang dan Tahura Orang Kayo Hitam, Provinsi Jambi (Gracak,com/Danil Febriandi)
JAMBI, Gracak.com - Manggala Agni mendapat tambahan personel dari Daerah Operasi (Daops) Dumai dan Pekanbaru untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Personel tambahan tersebut diterjunkan untuk menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang dan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam.
Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandi Prabowo, mengatakan penanganan karhutla di kedua kawasan tersebut mencakup enam titik kebakaran. Secara keseluruhan, sebanyak 92 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, personel dari Daops Dumai dan Pekanbaru akan ditempatkan di sejumlah lokasi kebakaran, meliputi Desa Rantau Rasau dan Sungai Rambut di Kecamatan Berbak, Desa Simpang Datuk di Kecamatan Nipah Panjang, serta Sungai Cemara dan Labuhan Pering di Kecamatan Sadu.
Sementara itu, personel Manggala Agni Daops Kota Jambi dan Muaro Tebo turut dilibatkan untuk menangani kebakaran di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam.
Sandi Prabowo menjelaskan, penempatan personel dilakukan berdasarkan pembagian tugas di setiap titik kebakaran. Untuk wilayah Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, satu tim dari Taman Nasional Berbak Sembilang akan diperkuat personel Manggala Agni Daops Dumai. Adapun Daops Pekanbaru ditempatkan di kawasan Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang.
“Untuk titik yang ke tiga, Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, itu satu tim dari Taman Nasional Berbak Sembilang dan akan diisi dari Manggala Agni Daops Dumai, dan Daops Pekanbaru akan diletakkan di posisi Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang,” kata Sandi.
Dalam proses pemadaman, petugas masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi dan penempatan tim di lapangan.
Berdasarkan data Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 16 Oktober 2026 mencapai 4.363,86 hektare.
Saat ini, petugas ditempatkan di masing-masing titik kebakaran untuk melakukan pemadaman dengan mempertimbangkan jarak lokasi serta ketersediaan sumber air di sekitar titik api.
 Penambahan personel diharapkan mendukung percepatan penanganan karhutla dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.