JAMBI - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, meminta Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) tidak menjadikan data titik panas atau hotspot sebagai satu-satunya indikator keberhasilan penanganan karhutla.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Ivan menelaah lima infografis resmi Satgas Karhutla per 27 Oktober 2026 bersama Panitia Khusus (Pansus) Karhutla DPRD Provinsi Jambi.
Berdasarkan data BMKG Jambi, tidak terdeteksi hotspot di Provinsi Jambi pada 26 Oktober 2026. Namun, kondisi kualitas udara justru memburuk, dengan nilai ISPU PM2,5 di Kabupaten Muaro Jambi meningkat dari 321 menjadi 506 atau masuk kategori Berbahaya.
Sementara itu, Kota Jambi mencatat ISPU sebesar 200 yang berada pada batas atas kategori Tidak Sehat.
Baca Juga
“Satelit mencatat nihil, tetapi udara justru makin pekat. Patroli udara pada 27 Oktober masih menemukan api membesar di tiga lokasi dan api yang masih timbul di lima lokasi lainnya. Artinya, hotspot nihil bukan berarti api sudah padam,” kata Ivan, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemantauan satelit perlu dilengkapi dengan pemeriksaan langsung di lapangan. Kebakaran di lahan gambut, misalnya, dapat terus membara di bawah permukaan sehingga tidak selalu terdeteksi melalui pemantauan titik panas.
Selain itu, asap yang menutupi langit juga dapat memengaruhi kemampuan pengamatan di sejumlah lokasi.
Ivan turut menyoroti arah angin dari tenggara dengan kecepatan 10–25 kilometer per jam berdasarkan laporan Satgas. Kondisi tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya asap kiriman dari wilayah perbatasan Sumatera Selatan, meskipun sumber asap perlu dipastikan melalui pemantauan lebih lanjut.
Baca Juga
“Ukuran keberhasilan harus menggabungkan data satelit, hasil patroli lapangan, dan kualitas udara. Kalau hanya melihat hotspot, kita bisa merasa aman padahal masyarakat masih menghirup asap,” tegasnya.
Hingga 27 Oktober 2026, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi tercatat sekitar 5.167,84 hektare. Angka tersebut bertambah 61,55 hektare, seluruhnya berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.